CERITA WAYANG MAHABARATA PDF

Ada juga cerita rakyat dan kreasi baru. Meskipun berkisah dikenal dan diceritakan kembali berkali-kali, media cairan Wayang Kulit memungkinkan untuk adaptasi, humor, dan pontification, menjaga cerita up to date dan menarik. Sinopsis dari Mahabarata The Mahabarata, epik terbesar yang pernah ditulis, menggambarkan cita-cita elegan Hindu dan filsafat dan telah memberikan kekayaan inspirasi bagi banyak kebudayaan. Orang Bali dan Jawa, yang menerima ayat-ayat lama, dikombinasikan cerita Hindu dengan filsafat Buddha dan cerita rakyat mereka sendiri. Sepanjang cerita dua keluarga terkait, Pandus dan Kurus sepupu , atau Pandawa dan Kurawa, mewakili masing-masing, kekuatan baik dan jahat. Ibu dari Pandawa, Kunti, bibi Krishna, memperoleh mantra suci yang memungkinkan dia untuk memanggil para dewa untuk memperoleh keturunan.

Author:Tygomi Julabar
Country:Uruguay
Language:English (Spanish)
Genre:Personal Growth
Published (Last):18 February 2010
Pages:442
PDF File Size:10.85 Mb
ePub File Size:2.89 Mb
ISBN:856-4-28801-592-3
Downloads:19541
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tumuro



Cerita Wayang Mahabarata May 4, Siapa yang tau tentang kisah wayang yang satu ini, ya cerita wayang mahabarata yang sempat meramaikan acara TV lokal negeri ini yang disiarkan secara khusus oleh salah satu stasiun televisi swasta ANTV.

Untuk yang belum tahu kisah selengkapnya, berikut ini aku buatkan khusus buat kamu. Semua raja dari Hastinapura juga merupakan keturunan dari sang Hasti. Dari keluarga Hastinapura tersebut, lahirlah sang Kuru yang menguasai dan mensucikan sebuah daerah yang sangat luas atau yang dikenal dengan Kurukshetra.

Dalam dinasti Kuru, lahirlah sang Pratipa yang menjadi ayah dari prabu Santanu yang dikenal sebagai leluhur dari para Pandawa dan Kurawa.

Prabu Santanu sendiri merupakan seorang raja yang paling mahsyur dari garis keturunan sang Kuru yang berasal dari Hastinapura. Dia menikah dengan dewi Gangga yang dikutuk untuk turun ke bumi, tetapi dewi Gangga meninggalkan sang prabu, karena dia telah melanggar janji pernikahan. Namun, hubungan pernikahan dari prabu Santanu dengan Dewi Gangga tersebut telah membuahkan 7 anak, akan tetapi semua anak tersebut ditenggelamkan ke laut Gangga oleh dewi Gangga dengan alasan bahwa semua anak tersebut sudah kena kutukan.

Namun, anak yang ke-7 dapat diselamatkan oleh prabu Santanu dan kemudian diberi nama dengan Dewabrata. Setelah kejadian tersebut, akhirnya dewi Gangga meninggalkan prabu Santanu. Setelah Dewabrata beranjak dewasa, dia melakukan sumpah bhishan pratigya sumpah untuk membujang selamanya dan tidak akan mewarisi tahta ayahnya. Dia melakukan hal tersebut karena tidak ingin dia dan semua keturunannya berselisih dengan keturunan dari Satyawati, ibu tiri dari Dewabrata. Setelah ditinggal pergi oleh Dewi Gangga, akhirnya sang prabu menjadi duda.

Beberapa tahun kemudian, Prabu Santanu kembali melanjutkan kehidupan rumah tangga dengan menikahi putri nelayan yang bernama Dewi Satyawati.

Demi usahanya untuk menjauhkan sang Amba dari dirinya, tanpa sengaja dia melesatkan anak panahnya yang akhirnya menembus dada Amba. Atas kematian Amba tersebut, Bisma di kasih tahu bahwa suatu saat nanti Amba akan bereinkarnasi jadi seorang pangeran yang punya sifat kewanitaan, yaitu anak dari Raja Drupada yang bernama Srikandi.

Dan kematiannya pun kelak juga berada di tangan Srikandi yang membantu sang Arjuna dalam sebuah pertempuran besar yang terjadi di Kurukshetra.

Namun, Wicitrawirya sendiri juga meninggal di usia yang masih muda dan belum sempat menikah apalagi punya keturunan. Kemudian dewi Satyawati mengirim kedua istri dari Wicitrawirya Ambika dan Ambalika guna menemui Resi Byasa, karena sang Resi dipanggil akan mengadakan sebuah upacara untuk mereka supaya mendapatkan keturunan. Dewi Satyawati menyuruh Ambika untuk menemui resi Byasa di dalam sebuah ruang upacara. Sehingga membuat Ambika menutup matanya, karena dia menutup mata sepanjang upacara berlangsung, maka anak dari Ambika pun terlahir dengan mata yang buta dan anak tersebut adalah Drestarastra.

Namun dia disuruh untuk terus membuka matanya agar anak yang akan dilahirkannya tidak buta seperti anak dari Ambika Drestarastra. Oleh karena itu, Ambalika tetap membuka matanya sampai upacara selesai, namun setelah upacara tersebyt dia menjadi sangat pucat karena selama upacara dia tidak memejamkan matanya. Setelah itu, lahirlah Pandu putra Ambalika , yang merupakan ayah dari para Pandawa, terlahir pucat. Drestarastra dan Pandu juga punya saudara tiri yang bernama Widura. Widura ini merupakan anak dari Resi Byasa dengan dayang yang bernama Datri.

Karena Drestarastra yang terlahir dengan mata yang buta, maka dari itu, tahta dari Hastinapura diberikan kepada Pandu. Kemudian Pandu menikah dewi Kunti. Kijang tersebut akhirnya mengutuk Pandu, bahwasanya dia tidak akan lagi bisa merasakan nikmatnya hubungan suami istri, apabila dia melakukan hal tersebut, Pandu akan menemui kematiannya.

Setelah mengutuk Pandu, akhirnya kijang tersebut mati dan berubah ke wujud aslinya yaitu seorang pendeta. Lahirnya Pandawa dan Kurawa ceritradisi. Dengan bantuan dari mantra Adityahredaya yang sudah diberikan oleh Resi Byasa, oleh karena itu dewi Kunti bisa memanggil para dewa untuk memohon supaya bisa mendapatkan keturunan. Untuk pertama kalinya dia mencoba mantra tersebut, maka datanglah Batara Surya, tak lama kemudian Kunti hamil dan melahirkan seorang anak yang kemudian dia beri nama Karna.

Tetapi anak tersebut Karna dibuang kelaut dan dirawat oleh Kurawa. Oleh karena itu, pada saat perang Bharatayudha berlangsung, Karna berada di pihak Kurawa.

Kemudian, atas permintaan dari Pandu, Kunti mencoba lagi mantra tersebut, akhirnya Batara Guru mengirimkan sang Batara Dharma untuk membuahi Dewi Kunti dan kemudian lahirlah anak yang dia beri nama Yudistira.

Kelima putra Pandu tersebut yang dikenal dengan Pandawa. Kemudian Dretarastra yang buta menikah dengan Dewi Gandari dan mempunyai sembilan puluh sembilan orang putra dan seorang putri atau yang lebih dikenal dengan nama Kurawa. Pandawa dan Kurawa adalah dua kelompok dengan sifat yang sangat berbeda, tetapi berasal dari leluhur yang sama, yaitu keturunan Kuru dan Bharata. Para Kurawa khususnya Duryudana memiliki sifat yang licik dan selalu iri hati dengan semua kelebihan yang dimiliki para Pandawa.

Sedangkan para Pandawa mempunyai sifat yang tenang dan selalu sabar ketika mereka ditindas oleh Kurawa sepupu mereka. Hal itulah yang membuat dia sering dihasut oleh saudara iparnya yaitu Sengkuni. Selain menghasut Destrarastra, Sengkuni juga menghasut putra kesayangannya yaitu Duryudana, supaya dia mau memberikan izin kepada Sengkuni untuk melakukan rencana jahat dalam upayanya untuk menyingkirkan para Pandawa. Pada suatu saat, Duryudana mengundang dewi Kunti dan para Pandawa untuk liburan.

Di sana mereka dewi Kunti dan Pandawa menginap di sebuah rumah yang sudah disiapkan oleh Duryudana, Tetapi pada malam hari rumah tersebut dibakar oleh orang suruhan Duryudana. Di dalam hutan tersebut Bima bertemu dengan seorang raksasa Hidimba yang kemudian berhasil dibunuh olehnya, lalu Bima menikahi adik dari Hadimba, yaitu raseksi Hidimbi atau yang dikenal dengan Arimbi. Dari hasil pernikahan tersebut, lahirlah Gatotkaca. Setelah mereka berhasil keluar dari hutan tersebut, mereka melewati sebuah kerajaan yang bernama Pancala.

Di sana mereka mendengar kabar bahwasanya raja dari Pancala ysng bernama Drupada akan menyelenggarakan sebuah sayembara untuk memperebutkan dewi Drupadi. Sayembara tersebut diikuti oleh semua raja dari seluruh negeri Arya, termasuk Adipati Karna juga mengikuti sayembara tersebut dan berhasil menyelesaikan tantangan yang diberikan oleh raja Drupada, namun dia ditolak oleh Drupadi karena status Karna yang hanya putra dari seorang kusir.

Para Pandawa juga ikut serta dalam sayembara tersebut, namun mereka meyamar sebagai kaum Brahmana. Pandawa ikut dalam sayembara tersebut untuk memenangkan lima macam sayembara yang diberikan oleh raja Drupada.

Pandawa berhasil melakukannya dengan baik dalam usaha untuk memenangkan sayembara tersebut. Setelah kejadian tersebut, kerusuhan pun terjadi karena para peserta yang lain menggerutu, karena kaum Brahmana tak sepantasnya mengikuti sayembara tersebut. Akhirnya ibu Kunti menyuruh mereka untuk membagi hasil tersebut dengan rata dengan semua saudaranya.

Untuk menghindari terjadi pertempuran yang sengit antara Pandawa dan Kurawa, Kerajaan Kuru dibagi menjadi dua untuk Pandawa dan Kurawa. Baik Hastinapura ataupun Indraprastha mempunyai istana yang sangat megah dan di sana juga Duryudana tercebur ke dalam sebuah kolam yang dia kira sebagai lantai, sehingga membuat dirinya menjadi bahan ejekan dari Drupadi.

Hal tersebut yang akhirnya membuat Duryudana semakin marah kepada para Pandawa. Untuk merebut kekayaan dari kerajaan Kurujanggala yang dipimpin oleh Yudistira, Duryudana mengundang Yudistira untuk bermain dadu, ide tersebut merupakan hasil pemikiran licik dari Arya Sengkuni.

Saat permainan dadu berlangsung, Duryudana diwakili oleh pamannya Sengkuni sebagai bandar dadu yang mempunyai keahlian untuk berbuat curang. Permainan dadu tersebut diawali dengan taruhan senjata perang, akhirnya taruhan pemainan dadu tersebut terus meningkat sehingga menjadi taruhan harta kerajaan, prajurit kerajaan pun juga ikut dipertaruhkan dan ketika pada puncak permainan, kerajaan Kurujanggala menjadi taruhan, namun Pandawa kalah dalam permainan tersebut dan habislah semua harta mereka dan juga kerajaan Kurujanggala termasuk juga dengan saudara-saudaranya dan yang terakhir adalah istrinya Drupadi dijadikan sebagai taruhan.

Setelah kekalahan Yudistira dalam permainan dadu tersebut Drupadi diminta oleh Duryudana untuk hadir di arena judi tersebut karena Drupadi sudah menjadi milik Duryudana.

Akhirnya Duryudana menyuruh para pengawalnya untuk menjemput Drupadi, tetapi Drupadi menolak hal tersebut.

Mendengar bahwa pengawalnya gagal membawa Drupadi, Duryudana mengutus adiknya Dursasana , untuk menjemput Drupadi. Drupadi yang menolak ajakan Dursasana untuk datang ke arena judi, akhirnya diseret dengan kasar dan tanpa rasa kemanusiaan.

Rambut Drupadi ditarik oleh Dursasana sampai ke arena judi, di mana tempat suami dan para iparnya sedang berkumpul. Berhububg dia sudah kalah, akhirnya Yudistira dan semua adiknya diminta untuk melepaskan bajunya, tapi Drupadi menolak hal tersebut. Dursasana yang memiliki watak yang sangat kasar, menarik kain yang dipakai oleh Drupadi. Bima pun juga bersumpah, dia akan membunuh Dursasana dan akan meminum darahnya.

Setelah Drupadi dan Bima mengucapkan sumpah tersebut, Drestarastra merasa akan ada malapetaka yang menimpa keturunannya, oleh karena itu dia mengembalikan semua harta Yudistira yang digunakan sebagai taruhan. Dalam permainan yang kedua ini, siapa yang kalah harus mengasingkan diri ke dalam hutan selama 12 tahun, setelah itu mereka harus hidup menyamar selama satu tahun, setelah itu baru boleh kembali ke kerajaan.

Namun, dalam permainan dadu yang kedua ini Yudistira kalah lagi, Karena kekalahannya tersebut. Dengan terpaksa Pandawa harus meninggalkan kerajaan Kurujanggala selama 12 tahun untuk hidup di dalam hutan ditambah dengan masa penyamaran selama satu tahun. Perang Bharatayudha kakyangdalang. Namun, Duryudana berlaku curang, dia tidak mau memberikan kembali kerajaan Kurujanggal kepada para Pandawa walaupun hanya seluas ujung jarum.

Hal tersebut yang akhirnya membuat kesabaran para Pandawa habis atas semua perlakuan dari Duryudana. Sri Kresna sempat melakukan mediasi kepada dua belah pihak untuk mengambil jalan damai, tetapi hal tersebut hanya sia-sia belaka dan akhirnya, pertempuran Bharatayudha yang besar tidak bisa dihindari lagi.

Selain itu, para ksatria besar dari Bharatawarsha juga ikut serta membantu para Pandawa seperti Drupada, Drestadjumna, Setyaki, Srikandi, Wirata dan masih banyak lagi yang lainnya. Sedangkan Duryudana meminta kepada Bisma untuk memimpin para pasukan Kurawa sekaligus menjadikannya sebagai panglima perang tertinggi pasukan Kurawa.

Selain itu, Kurawa juga dibantu oleh resi Dorna beserta putranya Aswatama, Jayadrata kakak ipar kurawa , guru Krepa, Salya, Kertawarma, Sudaksina, Bahlika, Burisrawa, Sengkuni, Karna dan masih banyak lagi yang lainnya Peperangan tersebut berlangsung selama 18 hari penuh. Selama peperangan yang berlangsung selama 18 hari tersebut dipenuhi dengan pertumpahan darah dan pembantaian yang sangat mengenaskan.

Setelah perang besar tersebut berakhir, Yudistira diangkat sebagai Raja dari Hastinapura. Setelah Yudistira memerintah Hastinapura selama beberapa tahun, akhirnya dia menyerahkan tahta tersebut kepada cucu adiknya Arjuna , yaitu Parikesit. Kemudian, Yudistira dengan semua saudaranya Pandawa beserta Drupadi mendaki gunung Himalaya sebagai tujuan akhir dari perjalanan mereka.

Di sanalah mereka meninggal dunia dan mencapai surga. Sedangkan Parikesit yang sedang memerintah Kerajaan Kuru, dia memimpinnya dengan sangat adil dan bijaksana. Dia menikahi dewi Madrawati dan dikaruniai seorang putra yang bernama Janamejaya.

Janamejaya kemudian menikah dengan Wapushtama Bhamustiman dan dikaruniai seorang putra yang bernama Satanika. Sedangkan Satanika memiliki putra yang bernama Aswamedhadatta. Kemudian Aswamedhadatta dan semua keturunannya melanjutkan memimpin Kerajaan Wangsa Kuru di Hastinapura. Share this:.

CLIVE CUSSLER CYCLOPS PDF

Kisah, Karakter dan Nama-nama Tokoh Kurawa Dalam Cerita Wayang Mahabharata

Nggih langsung kemawon sugeng maos. Isih neng njero perang Baratayuda, Arjuna sing entas kelangan putrane dadi kelangan semangat, ditambahi guru lan sedulur-sedulure siji-poro siji ceblok neng nglan Kurusetra. Prabu Kresna nuli menehi pituduh menawa jero perang kuwi ora ana kanca lan mungsuh, kakang-adhi utawa guru-murid kabehe yaiku takdir lan kudu dilakoni. Wulangan iki dikenal karo jeneng Bagawat Gita.

DIODE IN4004 PDF

Cerita Wayang Mahabharata | Arjuna Ing Perang Baratayuda

Begitu masyhurnya cerita Mahabarata dari India ini. Sampai-sampai orang Indonesia khususnya Jawa sangat terpukau dengan kandungan makna yang tersirat dalam cerita mahabarata tersebut. Berikut adalah ringkasan cerita mahabarata, silahkan di baca dengan pelan-pelan Syantanu, Raja Hastnapura Delhi , pergi berburu dan menemui seoarang perempuan yang cantik sekali ditepi sungai. Lalu perempuan itu dikawininnya.

CALCULO VECTORIAL PITA RUIZ PDF

Ringkasan Cerita Mahabarata

Ingin tahu cerita wayang mahabarata bahasa jawa secara lengkap? Simak sebuah sinopsis dalam bahasa jawa di bawah ini yang menceritakan kisah wayang mahabarata setelah para pandawa mengembara selama 12 tahun di dalam hutan. Seperti apa cerita tersebut yang dikemas dalam bahasa jawa? Langsung saja kita simak di bawah ini. Kalih welas taun kapengker Pandawa ngembara ing wana utawi alas, ndhatengi macem-macem pertapan, manggih kedadosan-kedadosan ajaib, uga pangrekaosan ingkang kelangkung-langkung. Saksampune kalih welas taun ngalami pengasingan, ing taun rawuh telulas Pandawa ngremeng utawa nylamur dados tenaga ing istana ratu Wirata. Piyambake sedaya ngremeng dados juru mangsak, kusir kereta, panyekar, uga pamangga.

LEGEA 481 DIN 2004 ACTUALIZATA PDF

Cerita Wayang Mahabarata

Cerita Wayang Mahabarata May 4, Siapa yang tau tentang kisah wayang yang satu ini, ya cerita wayang mahabarata yang sempat meramaikan acara TV lokal negeri ini yang disiarkan secara khusus oleh salah satu stasiun televisi swasta ANTV. Untuk yang belum tahu kisah selengkapnya, berikut ini aku buatkan khusus buat kamu. Semua raja dari Hastinapura juga merupakan keturunan dari sang Hasti. Dari keluarga Hastinapura tersebut, lahirlah sang Kuru yang menguasai dan mensucikan sebuah daerah yang sangat luas atau yang dikenal dengan Kurukshetra. Dalam dinasti Kuru, lahirlah sang Pratipa yang menjadi ayah dari prabu Santanu yang dikenal sebagai leluhur dari para Pandawa dan Kurawa. Prabu Santanu sendiri merupakan seorang raja yang paling mahsyur dari garis keturunan sang Kuru yang berasal dari Hastinapura.

Related Articles