HIZIB AUTAD PDF

Salam Paseduluran. Salam Takzim. Sebagai makhluk sosial , kita tidak dapat hidup tanpa berinteraksi dan bantuan dari orang lain. Sebagai mahluk sosial kita dituntut untuk saling membantu, menolong, memberi dan menerima.

Author:Yozshujar Samukazahn
Country:Jordan
Language:English (Spanish)
Genre:Literature
Published (Last):7 April 2004
Pages:303
PDF File Size:19.89 Mb
ePub File Size:4.56 Mb
ISBN:936-8-46519-471-9
Downloads:50966
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Grotilar



Salam Paseduluran. Salam Takzim. Sebagai makhluk sosial , kita tidak dapat hidup tanpa berinteraksi dan bantuan dari orang lain. Sebagai mahluk sosial kita dituntut untuk saling membantu, menolong, memberi dan menerima. Kita juga dituntut untuk menciptakan kehidupan sosial yang harmonis, saling membantu dan menolong.

Disamping itu kita menitik beratkan pada kewajiban yang berarti menekankan pada terciptanya keharmonisan dalam kehidupan sosial. Kami KWA Jakarta mencoba memberi apa yang dapat kami berikan, walau hanya setitik kemampuan. Reportase ini sekaligus sebagai laporan kepada Kampus Wong Alus Pusat. Dan reportase ini kami awali dengan keberangkatan kami dari kediaman saya di Kp. Jati RT. Sampai di rumah mas Kancil, sudah hadir saudara saya mas Jun Hwe dan Alfin. Seperti biasa saya mengajak isteri dan anak saya yang paling kecil yaitu Muhammad Guntur Wibisono.

Saya belajar dan mencoba untuk menanamkan jiwa sosial kepada anak saya dari usia balita, dengan harapan agar kelak nanti tumbuh jiwa sosialnya dan mau membantu terhadap sesama. Kami dibuatin bakso. Akhirnya kami sarapan bersama dan dilanjutkan dengan menuju lokasi baksos yaitu Kantor RW Ketika kami serombongan mau menuju lokasi tiba — tiba hujan mulai turun.

Akhirnya tepat pukul Diawali oleh mas Kancil, yang membuka acara dilanjutkan sambutan ketua KWA Jakarta yaitu thanmust thepos alias saya sendiri. Kami juga memperkenalkan nama — nama anggota KWA sebagai penghusada. Setelah perkenalan, sambutan dilanjutkan oleh pak Sismanu yang intinya menerima dengan baik, niat tulus warga KWA Jakarta untuk berbagi kepada sesama khususnya kepada warga RW 06 Utan Kayu. Dan tak lupa ucapan terima kasih buat KWA Jakarta. Acara selanjutnya dikendalikan oleh mas Angker Ludiarto, dengan istiqosahnya.

Setelah selesai, acara dilanjutkan dengan pengobatan yang diawali dengan gurah mata yang di pandegani oleh Ki Bayu Agni dan Mas Abi alias Gus Rahmat. Ki PAmukt1,memperkenalkan produk barunya kepada saya yaitu Air kharomah Merah Delima, yang dikemas dalam botol yang cantik. Dan Ki PAmukt1 membawa sepuluh botol sebagai contoh, dan langsung saya tawarkan kepada para warga yang sedang berobat, dan laris manis tidak sampai setengah jam barang habis, eh tidakmasih sisa satu , untuk selesnya.

Para penghusada mempersiapkan alat — alatnya sesuai dengan keahliannya masing-masing. Diawali oleh mas Angker Ludiarto dan teamnya dengan Ruqiah Batin. Ki Bayu Agni adalah orang pertama yang mencoba terapi listrik. Lihat nanti fotonya seperti………. Sementara Ki Agus Ginting beraksi dengan pelor kebanggaannya. Beliau telah bikin orang pada nangis dan menjerit, gak tahan dengan pijit refleksinya. Kata temen , Ki Agus Ginting belum puas kalau pasiennya belum nangis dan jerit-jerit.

Jam sudah lewat dari angka dua belas. Saya dan mas Nawiazky mencoba mencari untuk makan siang. Kami masuk warung tapi ,cuma dapat tiga puluh bungkus, lalu kami cari warung lagi dan dapat dua puluh lima bungkus lagi. Kami menggunakan uang dari hasil penjualan Air kharomah Merah Delima ditambah dari kocek mas Nawiazky dan mas Abi.

Dan ditengah istirahat tersebut hadir Ki Tapak Denta. Beliau ahli dalam mengobati amandel dan juga gurah mata. Dan keahliannya itu dipraktekan dengan mengobati seorang anak yang kebetulan amandelnya agak membesar. Sayang ilmunya gak bisa di qobiltu karena ilmu turun temurun. Sementara teman Ki Tapak Denta yang hadir lebih dulu sudah beraksi duluan dengan bekam tanduknya yaitu mas Prayitno.

Acara pengobatan dilanjutkan. Mas Jun Hwe dan Alfin, dengan terapi Telornya. Ki PAmukt1 dengan pembuka Aura, intinya semua anggota KWA Jakarta bahu membahu dengan gaya dan caranya masing — masing berusaha memberikan yang terbaik bagi warga RW 06 dan sedulur semua yang ternyata banyak yang datang dari wilayah lain. Karena ada permintaan yang cukup banyak akhirnya Ruqiah Bathin, diadakan session ke dua.

Lagi — lagi mas Angker yang jadi ujung tombaknya. Para panitia diminta kerumah mas Kancil, sebelum pulang kerumah masing-masing. Ternyata disana telah disediakan bakso dan bubur sumsum, buatan istri mas Kancil dan istri saya.

Akhirnya saya pulang jam lima lewat lima belas menit, dengan dibekali bubur sumsum. Alhamdulillah sampai rumah dengan selamat, dan Alhamdulillah hari itu tidak terjadi hujan di tempat kami baksos.

Tapi di Tambun hujan deras kata Ki Abdul Jabbar, yang tidak jadi datang karena dihadang hujan. Demikian reportase ini kami sudahi sampai disini, bila ada kata — kata yang tidak berkenan kami atas nama pribadi maupun KWA Jakarta, mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar — besarnya.

INTERCONNECTIONS BRIDGES ROUTERS SWITCHES AND INTERNETWORKING PROTOCOLS PDF

Kyai Fadlil Idris Sofan

Tidak akan ada yang menolak pilihan tersebut. Sayangnya, pilihan tersebut tidak mampu didapatkan dalam satu paket proses. Kita lihat kenyataan, misal kita baru saja menduduki posisi sebagai manager, sudah ada yang iri dan mencari-cari kesalahan kita. Supaya apa? Kita bisa lengser, dan jabatan yang sedang kita duduki, bisa diambil alih. Ini sudah tidak menjadi rahasia umum lagi dalam suatu persaingan bisnis.

RICHIE MCCAW BOOK PDF

Hizib Autad Amalan Multi Khasiat

Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in Quisque sed felis Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Etiam augue pede, molestie eget.

Related Articles