JURNAL SELULITIS PDF

Oleh cinta jurnal Diposting pada 13 Agustus …Kumpulan Jurnal Pemasaran Internasional Gratis Apakah pada saat penelitian sebelumnya Anda sebagai mahasiswa pemasaran membutuhkan sebuah jurnal pemasaran internasional? Karena nantinya penelitian Anda akan dipublikasikan dan pada saat Anda mempublikasikan sebuah penelitian yang dibuat dengan… Oleh cinta jurnal Diposting pada 14 Agustus …Kenali Pengertian Jurnal Ilmiah Dan Contohnya Jika anda mencari pengertian jurnal ilmiah dan contohnya dalam bentuk serta struktur yang tepat, maka artikel ini adalah solusi tepat yang wajib untuk… Oleh cinta jurnal Diposting pada 13 Agustus …Kumpulan Jurnal Manajemen Pemasaran Gratis Apakah Anda kini sedang menjalankan tugas akhir untuk menyelesaikan studi Anda dalam bidang manajemen pemasaran? Jika demikian maka tentunya Anda sedang membutuhkan sebuah… Oleh cinta jurnal Diposting pada 13 Agustus …Contoh Kumpulan Jurnal Psikologi Internasional Gratis Dalam menempuh pendidikan Anda akan banyak mengalami cobaan karena biasanya semakin tinggi pendidikan yang akan Anda tuntut maka akan semakin banyak pula beban… Oleh cinta jurnal Diposting pada 18 Agustus …Tata Cara Penulisan Jurnal Ilmiah Dengan Tepat Bagaimana sih contoh penulisan jurnal ilmiah pdf yang tepat dan benar? Sebelum menjawab hal tersebut, penulis akan jelaskan terlebih dahulu apa itu… 1.

Author:Dicage Zuzil
Country:Mexico
Language:English (Spanish)
Genre:Photos
Published (Last):17 March 2011
Pages:209
PDF File Size:17.99 Mb
ePub File Size:18.92 Mb
ISBN:785-9-92059-205-7
Downloads:67099
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Dikree



Selulitis bukanlah selulit dan keduanya adalah kondisi yang berbeda. Kali ini kita akan mengenal tentang selulitis, yakni sebuah keadaan infeksi umum yang terjadi di jaringan lunak bawah kulit serta kulit itu sendiri. Ketika kulit yang normal atau yang sudah rusak terserang bakteri, maka kondisi yang dinamakan dengan selulitis ini terjadi dan bahkan mampu menjalar.

Penjalaran bakteri bisa sampai di dalam jaringan lunak di bagian bawah kulit. Ini kemudian menjadi faktor yang pemicu terjadinya infeksi maupun peradangan atau sebuah proses reaksi dari tubuh terhadap bakteri yang menyerang. Terjadinya selulitis ini bisa ada di bagian tubuh manapun, hanya saja area yang paling umum terserang selulitis ini adalah bagian kaki. Dan perlu diketahui bahwa selulitis ini bukanlah selulit karena keduanya pada dasarnya memiliki kondisi berbeda.

Selulitis tergolong lebih serius dan oleh karena itu, Anda perlu tahu apa perbedaan keduanya. Baca juga: infeksi kulit karena bakteri Selulitis Vs. Selulit Dari istilahnya, keduanya memang mirip dan itulah kenapa banyak orang mengira bahwa selulitis adalah selulit dan selulit itu sama dengan selulitis. Padahal sebenarnya tidaklah demikian karena kondisi selulit yang kerap menjadi keluhan para wanita bukanlah kondisi penyakit selulitis.

Selulitis adalah sebuah kondisi penyakit yang penyebabnya merupakan infeksi yang ada pada kulit lapisan dalam. Tak hanya itu, infeksi pada bagian jaringan bawah permukaan kulit dan lapisan lemak pun juga disebut dengan selulitis.

Selulitis bisa menyerang seluruh bagian tubuh kita dan biasanya penderita selulitis pernah yang namanya mengalami luka terbuka sebelumnya. Dari situlah kemudian bisa masuk bakteri yang menyebabkan infeksi. Sementara itu, selulit yang lebih familiar sebenarnya adalah lemak tak rata dan kental di mana ini ada pada kantong-kantong kecil yang juga disebut dengan penumpukan jaringan serabut serta lemak. Itulah mengapa jika Anda raba bagian kulit yang berselulit, hasilnya akan terasa tidak rata dan ini karena timbunan tersebut.

Selulit sendiri juga merupakan cara yang sangat wajar serta normal dalam melakukan penyimpanan lemak pada permukaan. Setiap manusia pasti memiliki lemak dan sel lemak merupakan tempat di mana lemak tersebut disimpan. Diilustrasikan bahwa letak dari jutaan sel lemak berdampingan dan mirip dengan lautan bola mentega yang bertekstur lembut tanpa adanya struktur mengikat. Itulah yang menjadikan lemak pada tubuh manusia membutuhkan sejumlah pita serabut yang kemudian harus melintasi lautan lemak yang lembut tadi agar bisa menjadi satu.

Karena terlalu banyaknya pita serabut, maka terjadilah pembentukan selulit. Jadi, dari sini kita bisa lihat bahwa sebenarnya selulit dan selulitis adalah 2 kondisi yang berbeda di mana selulitis adalah kondisi yang lebih serius. Baca juga: macam-macam penyakit kulit Penyebab Selulitis Penyebab utama kondisi selulitis ini adalah adanya beberapa kelompok bakteri yang melakukan perkembangbiakkan di area luka, seperti bakteri jenis Bacteriodes, Pseudomonas, Staphylococcus, dan Streptococcus.

Jenis-jenis bakteri tersebut adalah yang paling sering dan mudah menyerang tubuh manusia, terutama bagian kulit. Kulit manusia sebenarnya tidak gampang diserang atau diinvasi oleh bakteri, namun apabila kondisi kulit sedang normal.

Kulit kita dapat menjadi benteng yang kuat dalam memberikan perlindungan dari segala bentuk serangan mikroorganisme yang sebenarnya sudah ada dan bertahan hidup pada kulit. Namun infeksi bakteri tetap bisa masuk ketika ada celah dan peluang.

Bakteri yang telah sukses menginvasi jaringan lunak pada kulit lewat luka yang meski ukurannya kecil itulah yang mengakibatkan terjadinya infeksi bakteri. Di bawah ini akan lebih jelas untuk Anda simak, kondisi seperti apa saja yang bisa memudahkan selulitis terjadi pada Anda.

Ruam Kulit Pada seseorang yang mengalami ruam kulit, ini akan menjadi peluang yang cukup bagi bakteri untuk menyerang dan menyebabkan infeksi. Ruam kulit bisa saja terjadi pada siapapun dan pada umumnya, ini terjadi karena adanya reaksi alergi, entah itu alergi debu atau makanan atau jenis alergen lainnya.

Namun segera cari cara untuk mengatasi ruam serta gatal yang terjadi agar tak menimbulkan luka ketika misalnya Anda garuk. Luka Operasi Luka operasi juga merupakan salah satu faktor yang meningkatkan kesempatan bakteri untuk masuk dan menginfeksi jaringan kulit. Untuk menghindari selulitis, sebaiknya Anda coba berdiskusi atau berkonsultasi dengan dokter supaya lebih dapat mengerti jelas tentang bagaimana supaya selulitis bisa dicegah dari luka pasca operasi.

Bisul Bisul tentu bukan suatu kondisi yang asing bagi kita karena ini masih termasuk di dalam jenis penyakit kulit yang ditandai dengan adanya benjolan merah pada permukaan kulit. Pada umumnya akan terasa begitu mengganggu karena rasa sakitnya dan karena di dalamnya berisi nanah. Bisul ini paling sering muncul di bagian bokong. Namun tidak selalu juga demikian, bisul bisa muncul di mana pun, seperti bahu, ketiak, paha, leher, hingga wajah.

Diketahui bahwa benjolan merah yang rasanya sakit ini muncul karena adanya infeksi bakteri yang kemudian menjadi pemicu munculnya peradangan di bagian folikel rambut. Segera cari cara mengobati bisul sebelum menyebabkan selulitis. Baca juga: makanan penyebab eksim Penyakit Kronis Faktor lain yang sebaiknya Anda coba untuk waspadai karena mampu meningkatkan risiko selulitis adalah penyakit-penyakit seperti diabetes dan penyakit hati.

Ketika seseorang menderita diabetes serta sirosis hati atau hepatitis kronis, maka akan lebih besar juga peluang terkena selulitis.

Cobalah untuk mengonsultasikan hal ini pada dokter supaya kiranya selulitis dapat dicegah. Luka Akibat Gigitan Hewan Tergigit serangga dan juga gigitan hewan jenis lainnya perlu untuk Anda waspadai karena apa yang menurut Anda ringan malah bisa terjadi infeksi dan akhirnya berujung pada selulitis. Jika memang sudah telanjur tergigit serangga atau hewan lainnya, segera atasi supaya memperkecil celah bakteri menginvasi dan menyebabkan infeksi.

Gangguan Kulit Mengalami gangguan kulit seperi halnya psoriasis dan eksim rupanya bukanlah hal yang sederhana karena kalau tidak ditangani segera justru bisa menyebabkan selulitis. Tak hanya kedua kondisi tersebut, tapi juga gangguan kulit seperti jerawat parah dan cacar air pun dapat menjadi awal dari terjadinya selulitis. Kurang Lancarnya Peredaran Darah Ketika peredaran darah tidak lancar, ada banyak jenis penyakit yang mudah dialami.

Pada kasus selulitis, ini bisa terjadi karena ketidaklancaran aliran darah yang menuju tungkai. Terhambatkan aliran balik vena serta drainase limfatik pun menjadi penyebab timbulnya selulitis dan faktor tersebut biasanya ada pada kondisi penderita varises.

Baca juga: cara mencegah kelenjar getah bening bengkak Gejala Selulitis Setelah mengetahui faktor apa saja yang dapat menjadikan seseorang bisa terkena selulitis, penting juga untuk mengenali keluhan-keluhan gejalanya. Memang mengerikan kalau mendengar bahwa selulitis dapat terjadi pada hampir di seluruh tubuh kita, namun sebenarnya risiko lebih besar kalau memang pada area tubuh tersebut sudah ada peradangan sebelumnya.

Lalu, kira-kira tanda atau ciri apa yang perlu diwaspadai? Kemerahan pada Permukaan Kulit Sebagai gejala awal, biasanya seseorang akan mengalami yang namanya kemerahan di bagian permukaan kulitnya lebih dulu. Terkadang hanya kemerahan saja tidak membuat seseorang menjadi tanggap dan cepat dalam mendeteksi penyebabnya.

Jika tiba-tiba mengalami hal ini, cobalah untuk mengamati ada tidaknya gejala lain seperti di bawah ini. Terasa Nyeri Selain perubahan warna permukaan kulit yang menjadi kemerahan, cobalah Anda bisa raba atau sentuh bagian yang merah tadi. Kalau memang ketika disentuh tak terasa apa-apa, itu artinya aman.

Namun ketika disentuh kemudian teras sakit di mana sensasi nyeri itu tidak nyaman, ini kemungkinan besar memang adalah selulitis.

Penyebaran Warna Merah Mungkin kulit yang berwarna kemerahan bukanlah hal yang membuat Anda langsung sadar bahwa itu adalah kondisi selulitis. Namun jika saat diabaikan kemudian tak lama terjadi penyebaran dari warna kemerahan tersebut pada kulit Anda, hati-hati karena ini bisa menjadi semakin luas. Periksakan segera karena ini adalah selulitis. Pembengkakan Selain perubahan warna pada permukaan kulit dan juga timbulnya sensasi nyeri, gejala umum yang terjadi pada penderita selulitis adalah munculnya pembengkakan yang biasanya dapat terjadi di bagian tangan maupun kaki.

Sama halnya dengan warna kemerahan tadi yang bisa menyebar cepat, begitu pun pembengkakan ini. Kondisi bengkak yang dialami di bagian telapak kaki bisa dengan mudah menyebar dan cukup cepat di mana arah penyebarannya adalah ke atas. Setelah itu, pembengkakan tersebut pun bakal kelihatan mengkilat dengan ketidakjelasan pada batasnya. Ketika Anda merabanya akan terasa nyeri sama seperti sebelumnya ketika baru berubah warna. Baca juga: obat gatal-gatal Sensasi Hangat Pada seseorang yang mengalami selulitis, jika Anda mencoba meraba bagian yang bengkak dan kemerahan tadi, maka ada sensasi hangat di sana.

Perubahan suhu di permukaan kulit menjadi salah satu gejala terumum. Ini berbeda lagi dengan kondisi suhu tubuh yang meningkat alias demam, hal ini akan dirasakan khusus di area yang merah dan bengkak tadi. Terbentuk Nanah Pada sebagian kasus dari selulitis, penderitanya juga mengalami gejala berupa terbentuknya nanah. Nanah ini akan muncul di area luka; ingat bahwa selulitis berisiko lebih besar pada seseorang dengan luka terbuka di mana jaringan kulit sedang meradang atau sudah rusak. Apabila menemukan nanah setelah bengkak dan merah, langsung saja bawa ke dokter.

Demam Selain sensasi hangat yang dapat dirasakan ketika menyentuh bagian bengkak dan kemerahan, suhu tubuh pun dapat ikut berubah dan mengalami peningkatan. Dari situlah kemudian terjadi demam dengan suhu tubuh berada di atas 38 derajat Celsius. Ketika demam turut dialami, maka gejalanya akan mirip dengan gejala flu. Saat flu , seseorang bisa mengalami demam dengan suhu yang sudah disebutkan tadi dan biasanya juga disertai gejala lainnya.

Keluhan lain yang dimaksud antara lain adalah tak enak badan, tubuh rasanya cepat lelah dan mudah pegal, serta penurunan selera makan. Kalau sudah pada tahap ini, gejala perlu segera diperiksakan. Ingat bahwa infeksi bisa menyebar dengan cukup cepat dan bisa sampai di kelenjar getah bening. Ketika infeksi sampai di bagian tersebut, otomatis risiko radang kelenjar getah bening ikut meningkat. Bukan hanya itu, melainkan juga kondisi bakterimia pun berpotensi untuk Anda alami selanjutnya, yakni kondisi penyebaran infeksi lewat peredaran darah.

Ada beberapa kasus di mana infeksi akibat dari serangan bakteri Streptococcus yang kemudian melakukan penyebaran hingga ke lapisan kulit yang lebih dalam. Meski jarang, kasus ini benar-benar ada dan bahkan bisa sampai di lapisan pembungkus otot.

Hal ini kemudian dapat mengancam lapisan pembungkus otot tersebut karena bisa mengalami kematian setelahnya sehingga perlu ditangani medis secara cepat. Baca juga: penyebab mata bengkak Metode Diagnosa dan Cara Mengobati Selulitis Saat gejala sudah mulai muncul dan Anda curiga bahwa kondisi tersebut adalah selulitis, jangan ragu untuk segera datang ke dokter. Tempuh beberapa langkah atau metode diagnosa agar segera ketahuan kondisi yang sebenarnya. Dokter pun akan lebih mudah memberikan penanganan setelah memeriksa kondisi tubuh Anda.

Pemeriksaan fisik. Tindakan ini selalu menjadi nomor satu yang akan dilakukan oleh dokter sesampainya Anda di klinik atau rumah sakit. Tes darah.

Lanjutan dari tes fisik tentu adalah tes darah di mana Anda bisa membantu memeriksa apakah ada peningkatan sel darah putih di dalam tubuh. Ketika terjadi peningkatan, maka hasil tersebut otomatis menunjukkan adanya keparahan pada infeksi.

Kalau memang diperlukan karena dokter masih belum dapat memastikan kondisi Anda, maka pemeriksaan melalui X-ray atau rontgen pun disarankan. Ini untuk mendeteksi adanya benda asing di dalam kulit. Dengan X-ray atau rontegn jugalah bisa diketahui apakah tulang sudah terkena infeksi. Pengambilan cairan nanah. Dokter juga perlu mengambil sampel dari cairan nanah apabila Anda sudah pada tahap tersebut dalam mengalami gejala.

HEROQUEST EXPANSIONS PDF

Jurnal Doc : jurnal tentang selulitis

Selulitis bukanlah selulit dan keduanya adalah kondisi yang berbeda. Kali ini kita akan mengenal tentang selulitis, yakni sebuah keadaan infeksi umum yang terjadi di jaringan lunak bawah kulit serta kulit itu sendiri. Ketika kulit yang normal atau yang sudah rusak terserang bakteri, maka kondisi yang dinamakan dengan selulitis ini terjadi dan bahkan mampu menjalar. Penjalaran bakteri bisa sampai di dalam jaringan lunak di bagian bawah kulit.

CONTRE ESPIONNAGE ALGERIEN PDF

Journal Reading - Selulitis

Penyebab utamanya ialah Staphylococcus aureus dan Streptococcus B hemolyticus, sedangkan Staphylococcus epidermidis merupakan penghuni normal di kulit dan jarang menyerang infeksi. Faktor predisposisi pioderma adalah higiene yang kurang, menurunnya daya tahan tubuh, dan telah ada penyakit lain di kulit. Salah satu bentuk pioderma adalah selulitis yang akan dibahas pada referat ini. Faktor risiko untuk terjadinya infeksi ini adalah trauma lokal robekan kulit , luka terbuka di kulit atau gangguan pembuluh vena maupun pembuluh getah bening. Gejala prodormal selulitis adalah demam dan malaise, kemudian diikuti 1 tanda-tanda peradangan yaitu bengkak tumor , nyeri dolor , kemerahan rubor , dan teraba hangat kalor pada area tersebut buku merah. Sebuah studi tahun melaporkan insidensi selulitis di Utah, AS, sebesar 24,6 kasus per penduduk per tahun dengan insidensi terbesar pada pasien laki-laki dan usia tahun. Secara garis besar, terjadi peningkatan kunjungan ke pusat kesehatan di Amerika Serikat akibat penyakit infeksi kulit dan jaringan lunak kulit yaitu dari 32,1 menjadi 48,1 kasus per populasi dari dan pada tahun mencapai 14,2 juta kasus 5.

GLOSSARIO ESOTRICO TRIGUEIRINHO PDF

Selulitis – Penyebab, Gejala, Diagnosa dan Pengobatan

Pemeriksaan klinis biasanya sudah cukup jelas untuk diagnosis. Pengobatan : terapi antimikrobial Kasus ulangan : terapi profilaksis dibutuhkan selulitis Objectives : analisis beberapa epidemiologi dan karakter klinis selulitis Pasien dan metode : Analisis retrospektif RM pasien dengan selulitis pada rawat jalan Clinical Center universitas Sarajevo, pada 3 tahun terakhir. Hasil : 3 tahun pasien selulitis 35 pasien : tipe erisipelas superfisial 88 pasien : selulitis dalam Laki-laki lebih sering Pada pengertian spesifik hanya meliputi selulitis dalam akan dijelaskan Karakterisktik : nyeri terlokalisasi, eritem, bengkak dan demam, batas tidak jelas dengan kulit sehat, limphadenopati, bakterimia. Etiologi : staphylococcus aureus paling sering Selulitis berbahaya karena dapat menyebar melalui darah, KGB, dan paling parah nekrosis fasia. Mengetahui karakteristik demografi pasien Mengetahui jumlah dan klasifikasi isolasi mikrobial dengan pemilihan terapi antibiotik awal.

Related Articles