KERATOSIS SEBOROIK ADALAH PDF

Benjolan coklat kehitaman pada kulit adalah ciri penyakit keratosis seboroik. Pengertian keratosis seboroik Keratosis seboroik merupakan penyakit kulit dimana terjadi pertumbuhan kulit yang biasanya berwarna coklat, hitam, atau terang tumbuh pada wajah, dada, bahu, atau punggung. Tekstur kulit bersisik seperti lilin membuatnya tidak enak dipandang. Benjolan seperti kutil ini bukan pertumbuhan kulit yang menyebabkan kanker, sehingga tidak berbahaya. Tanda dan gejala keratosis seboroik Keratosis seboroik umumnya timbul pada area wajah, dada, bahu, atau punggung.

Author:Dubei Vudogami
Country:Timor Leste
Language:English (Spanish)
Genre:Life
Published (Last):6 May 2013
Pages:305
PDF File Size:6.97 Mb
ePub File Size:19.51 Mb
ISBN:431-7-35937-666-1
Downloads:89260
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Daikasa



Keratosis seboroik memiliki banyak manifestasi klinik yang bisa dilihat, dan keratosis seboroik ini terbentuk dari proliferasi sel-sel epidermis kulit. Keratosis seboroik dapat muncul dalam berbagai bentuk lesi, bisa satu lesi ataupun tipe lesi yang banyak atau multipel. Walaupun tidak ada faktor etiologi khusus yang dapat diketahui, keratosis seboroik lebih sering muncul pada daerah yang terpapar sinar matahari, terutama pada daerah leher dan wajah, juga daerah ekstremitas.

Angka frekuensi untuk munculnya keratosis seboroik terlihat meningkat seiring dengan peningkatan usia seseorang. Ada pendapat yang mengatakan bahwa faktor keturunan memegang peranan penting. Beberapa kasus menurun melalui autosomal dominan. Ada pula yang mengatakan bahwa terpapar sinar matahari secara kronis yang menjadi penyebabnya.

Tidak ada perbedaan yang nyata dari ekspresi reseptor immunoreactive growth hormone di keratinosit pada epidermis normal dan keratosis seboroik. Frekuensi yang tinggi dari mutasi gene dalan meng-encode reseptor tyrosine kinase FGFR3 fibroblast growth factor receptor 3 telah ditemukan pada beberapa tipe keratosis seboroik.

Hal ini menjadi alasan bahwa faktor gen menjadi basis dalam patogenesis keratosis seboroik. FGFR3 terdapat dalam reseptor transmembrane tyrosine kinase yang ikut serta dalam memberika sinyal transduksi guna regulasi pertumbuhan, deferensiasi, migrasi dan penyembuhan sel. Keratosis Seboroik memiliki banyak derajat pigmentasi. Pada pigmentasi keratosis seboroik, proliferasi dari keratinosit memacu aktivasi dari melanosit disekitarnya dengan mensekresi melanocyte-stimulating cytokines.

Endotelin-1 memiliki efek simulasi ganda pada sintesis DNA dan melanisasi pada melanosit manusia dan telah terbukti terlibat sabagai salah satu peran penting dalam pembentukan hiperpigmentasi pada keratosis seboroik.

Common Seborrheic Keratosis Sinonim: basal cell papilloma, solid seborrheic keratosis. Jenis ini dianggap sebagai lesi klasik. Bentuknya seperti jamur, dengan epidermis hiperplastik dan berbatas tegas yang menggantung di sekitar kulit. Tumor ini terdiri dari sel-sel basaloid yang seragam. Kista-kista keratin kadang lebih banyak, dan bisa tampak didalam folikel dan diluar folikel.

Melanosit terkadang muncul dalam jumlah banyak, dan produksi pigmennya menghasilkan warna luka hitam. Perpindahan pigmen ke keratinosit kelihatan cukup normal. Reticulated Seborrheic Keratosis Sinonim: adenoid seborrheic keratosis. Kumpulan sel-sel basaloid turun dari dasar epidermis. Kista-kista keratin dikelilingi oleh sel-sel ini. Stroma kolagen eosinopilik yang halus membungkus di sekeliling kumpulan sel basaloid dan dapat membentuk lesi yang banyak. Stucco Keratosis Sinonim: hyperkeratotic seborrheic keratosis, digitate seborrheic keratosis, serrated seborrheic keratosis, verrucous seborrheic keratosis.

Stucco keratosis muncul berukuran mm, berwarna seperti warna kulit atau benjolan berwarna putih abu-abu yang muncul di tungkai bagian bawah. Penampakan sel epidermal seperti puncak menara gereja mengelilingi inti kolagen membentuk hiperkeratosis seperti jalinan keranjang.

Keratinosit yang bervakuola yang ada pada veruka vulgaris tidak ditemukan pada lesi ini, meskipun secara klinis lesi ini bisa menyerupai kutil virus yang kecil.

Clonal Seborrheic Keratosis. Jenis keratosis seboroik ini berbentuk sarang-sarang sel basaloid yang tidak selamanya berbatas tegas berbentuk bulat dan terbungkus longgar di dalam jaringan epidermis.

Walaupun sel yang paling banyak adalah keratinosit, sarang-sarang tersebut mengandung melanosit dalam jumlah besar. Keratinosit ini ukurannya bisa bermacam-macam. Irritated Seborrheic Keratosis Sinonim: inflamed seborrheic keratosis, basosquamous cell acanthoma.

Kelainan kulit eksematous berubah menjadi keratosis seboroik yang khas. Penyebab dari reaksi eksematous ini tidak diketahui. Bisa jadi disebabkan trauma, tapi belum dapat dibuktikan. Secara histologi, suatu keratosis seboroik memperlihatkan bagian-bagian dari perubahan inflamasi, banyak lingkaran atau pusaran dari sel-sel eosinofilik skuamous yang merata dan tertata seperti bawang. Ini menyerupai mutiara keratin dalam sel karsinoma bersisik, tapi bisa dibedakan oleh besarnya jumlah mereka, kecilnya ukuran, dan bentuknya yang terbatas.

Keratinosit dalam suatu keratosis seboroik yang iritasi menunjukan tingginya tingkat keratinisasi atau keratosis seboroik yang sudah dewasa dibandingkan dengan common seborrheic keratosis. Seborrheic Keratosis with Squamous Atypia Sel atipik dan diskeratosis bisa terlihat pada beberapa keratosis seborrheic. Tidak diketahui sebab-sebab perubahan tersebut, baik itu akibat dari iritasi atau aktivasi, atau tanda karsinoma sel squamous. Sebaiknya untuk menghilangkan lesi ini seluruhnya.

Sinonim: pigmented seborrheic keratosis. Melanoacanthoma lebih gelap dari pigmented seborrheic keratosis. Di dalam lesi ini, ada proliferasi melanosit dendritik yang jelas. Melanosit tersebut kaya dengan melanin, sebaliknya di sekitar keratinosit sangat sedikit mengandung melanin. Melanosit dapat berkembang menjadi sarang, yang melebar dari lapisan basal ke lapisan superfisial epidermis.

Lesi ini tidak berpotensi menjadi ganas. Dermatosis Papulosa Nigra. Dermatosis papulosa nigra merupakan papul kecil pada wajah yang tampak pada orang Afrika Amerika, namun terlihat pada orang yang berkulit lebih gelap dari ras lain, nampak merupakan varian dari keratosis seboroik. Lesi ini merupakan erupsi papul yang berpigmen pada wajah dan leher.

Mereka menyerupai melanoacanthoma kecil-kecil. Gambaran histologis seperti common seborrheic keratosis tapi berukuran lebih kecil. The Sign of Leser-Trelat Erupsi multipel keratosis seboroik, juga dikenal sebagai the sign of Leser-Trelat, disebutkan berkaitan dengan multipel internal malignancies yang tersembunyi dan sering diikuti dengan rasa gatal. Keganasan yang paling sering dihubungkan adalah adenokarsinoma lambung, colon, dan payudara. Tanda ini juga telah dilaporkan dengan berbagai macam tumor, termasuk limfoma, leukemia, dan melanoma.

Tanda ini juga disebutkan bahwa berhubungan dengan hiperkeratosis telapak tangan dan telapak kaki terkait dengan penyakit keganasan dan dengan acanthosis nigricans. Fenomena keratosis seboroik yang bisa pecah, mungkin menunjukkan peradangan dermatosis yang berpusat di sekitar papiloma kulit dan keratosis seboroik membuat fenomena itu lebih kelihatan. Tentu saja, dibutuhkan keahlian klinis melihat peninggian lesi keratosis seboroik pada pasien dengan dermatitis generalisata yang disebabkan banyak hal.

Kemoterapi, khususnya citarabine, bisa menyebabkan peradangan keratosis seboroik, khususnya ketika dikaitkan dengan tanda Leser-Trelat. Namun, hubungan sebenarnya antara erupsi keratosis seboroik multipel dengan keganasan organ dalam masih harus dijelaskan. Tidak diperlukan pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiologis.

Pemeriksaan Fisik Keratosis seboroik tampak sebagai lesi berupa papul atau plak yang agak menonjol, namun dapat juga terlihat menempel pada permukaan kulit. Lesi biasanya memiliki pigmen warna yang sama yaitu coklat, namun kadang kadang juga dapat ditemukan yang bewarna hitam atau hitam kebiruan, bentuk bulat sampai oval, ukuran dari miliar sampai lentikular bahkan sampai 35x15cm.

Permukaan lesi biasanya berbenjol benjol. Pada lesi yang memiliki permukaan halus biasanya terkandung jaringan keratotik yang menyerupai butiran gandum. Pada perabaan terasa lunak dan berminyak.

Lesi soliter keratosis seboroik Gambar2. Multipel keratosis seboroik pada warisan secara autosomal dominan. Lesi biasanya timbul pada usia lebih dari 40 tahun dan terus bertambah seiring dengan bertambahnya usia.

Pada beberapa individu lesi dapat bertambah besar dan tebal, namun jarang lepas dengan sendirinya. Trauma atau penggosokan dengan keras dapat menyebabkan bagian puncak lesi lepas, namun akan tumbuh kembali dengan sendirinya.

Tidak ada tendensi untuk berubah ke arah keganasan. Akan tetapi melanoma, karsinoma sel basal, dan terkadang tumbuh di lesi keratosis seboroik. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan antara lain pemeriksaan histopatologi.

Komposisi keratosis seboroik adalah sel basaloid dengan campuran sel skuamosa. Invaginasi keratin dan horn cyst merupakan karakteristiknya. Sarang-sarang sel skuamosa kadang dijumpai, terutama pada tipe irritated.

Satu dari tiga keratosis seboroik terlihat hiperpigmentasi pada pewarnaan hematoksilin-eosin. Setidaknya ada 5 gambaran histologi yang dikenal : acanthotic solid , reticulated adenoid , hyperkeratotic papilomatous , clonal dan irritated. Gambaran yang bertumpang tindih biasa dijumpai. Tipe acanthotic dibentuk oleh kolumna-kolumna sel basal dengan campuran horn cyst. Keratosis seboroik tipe akantotik 2.

Tipe reticulated mempunyai gambaran jalinan untaian tipis dari sel basal, seringkali berpigmen, dan disertai horn cyst yang kecil. Tipe hiperkeratotik terlihat eksofilik dengan berbagai tingkat hiperkeratotis, papilomatosis dan akantosis.

Terdapat sel basaloid dan sel skuamosa. Tipe clonal mempunyai sarang sel basaloid intraepidermal. Pada tipe irritated, terdapat infiltrat sel yang mengalami inflamasi berat, dengan gambaran likenoid pada dermis bagian atas.

Sel apoptotik terdapat pada dasar lesi yang menggambarkan adanya regresi imunologi pada keratosis seboroik. Kadangkala terdapat infiltrat sel yang mengalami inflamasi berat tanpa likenoid, jarang terdapat netrofil yang berlebihan dalam infiltrat. Pada pemeriksaan dengan menggunakan mikroskop elektron menunjukkan bahwa sel basaloid yang kecil berhubungan dengan sel pada lapisan sel basal epidermis.

Kelompok- kelompok melanososm yang sering membatasi membran dapat ditemukan di antara sel. Melanoma maligna Awalnya berupa tahi lalat yang berubah dalam warna, ukuran, mulai timbul gejala terbakar, gatal, sakit , terjadi peninggian lesi, berkembangnya lesi satelit.

LIBRO DE MICROECONOMIA DE ROBERT PINDYCK PDF

KERATOSIS SEBOROIK

Dokter juga dapat menggunakan alat dermoskopi, yaitu kaca pembesar khusus untuk mengidentifikasi penyakit ini. Jika hasilnya menunjukkan adanya sel kanker, maka benjolan tersebut adalah Melanoma dan dokter akan menyarankan terapi yang sesuai. Penyebab Keratosis bersifat idiopatik karena dokter masih belum menemukan penyebab pasti. Namun, ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan peluang terjadinya Keratosis Seboroik, seperti: Usia — semakin tua semakin berpeluang Riwayat keluarga — mempunyai anggota keluarga yang pernah mengalami Keratosis Seboroik Terlalu banyak terpapar sinar matahari Ras kulit putih Terapi hormon esterogen Gejala Keratosis Seboroik Sebagai sebuah masalah kelainan kulit, tentu saja pertumbuhan Keratosis Seboroik bisa diketahui oleh penderitanya dengan melihat adanya perubahan pada kulit. Perubahan kulit tersebut memiliki gejala tertentu bila memang Keratosis Seboroik Berikut ini adalah beberapa gejala Keratosis Seboroik: Berawal dari benjolan kecil Benjolan berkembang menjadi lebih tebal Berbentuk oval atau bulat Permukaan tidak rata atau kasar Umumnya tidak disertai dengan rasa gatal atau nyeri Apabila benjolan tersebut mudah berdarah atau berkembang sangat cepat, maka Anda patut curiga bila itu adalah kanker kulit. Pada tahap pertama, diagnosis yang akan dilakukan oleh dokter adalah menanyakan informasi terkait pada pasien termasuk gejala yang dialami. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan mengamati benjolan kecil tersebut.

DISTROFIA MUSCULAR DE CINTURAS FISIOTERAPIA PDF

KERATOSIS SEBOROIK ADALAH PDF

Keratosis seboroik memiliki banyak manifestasi klinik yang bisa dilihat, dan keratosis seboroik ini terbentuk dari proliferasi sel-sel epidermis kulit. Keratosis seboroik dapat muncul dalam berbagai bentuk lesi, bisa satu lesi ataupun tipe lesi yang banyak atau multipel. Walaupun tidak ada faktor etiologi khusus yang dapat diketahui, keratosis seboroik lebih sering muncul pada daerah yang terpapar sinar matahari, terutama pada daerah leher dan wajah, juga daerah ekstremitas. Status dermatologi yang dapat dilihat adalah berbatas tegas, berwarna kecoklatan atau hiperpigmentasi, dan sedikit meninggi disbanding permukaan kulit sehingga penampakan keratosis seboroik seperti tertempel dalam permukaan kulit. Kebanyakan dari keratosis seboroik memiliki permukaan seperti veruka, dengan konsistensi yang halus atau lembut.

Related Articles