LEUKIMIA LIMFOBLASTIK AKUT PDF

Acute Leucemia. Ed:Provan D. Clinical Haematology. Second edition. BMJ books. P Patogenesis Patogenesis utama LMA adalah adanya blokade maturitas yang menyebabkan proses diferensiasi sel-sel seri mieloid terhenti pada sel-sel muda blast dengan akibat terjadi akumulasi blast di sumsum tulang.

Author:Babei Brara
Country:Morocco
Language:English (Spanish)
Genre:Finance
Published (Last):6 September 2018
Pages:401
PDF File Size:6.48 Mb
ePub File Size:18.55 Mb
ISBN:116-3-82453-984-4
Downloads:98215
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Meshakar



Leukemia dihubungkan dengan pertumbuhan abnormal leukosit yang menyebar mendahului sumsum tulang. Peningkatan tidak trkontrol ini akhirnya menimbulkan anemia, infeksi, trobositopenia, dan pada beberapa kasus menyebabkan kematian Jan Tambayong, Salah satu penyakit non-infeksi degeneratif adalah kanker. Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. World Health Organization WHO mengestimasikan bahwa 84 juta orang meninggal akibat kanker dalam rentang waktu dan Insiden rate IR leukemia pada laki- laki di Canada 14 per Data The Leukemia and Lymphoma Society menyebutkan bahwa setiap 4 menit terdapat 1 orang meninggal karena kanker.

Diperkirakan IR leukemia yaitu 12,2 per Penyakit tersebut mempunyai banyak faktor penyebab namun belum ada yang mendominasi hingga terjadinya penyakit tersebut. Oleh karena itu, untuk mencegah leukemia atau kanker darah kita harus mengenal lebih jauh 1 tentang leukemia, bagaimana gejala-gejalanya, dampak dari penyakit leukemia, cara diagnosa dan penyembuhannya. Penyakit leukimia ini harus ditangani dengan tepat agar penderita tidak terjangkit penyakit lainnya karena tranfusi yang tidak steril.

Berdasarkan paparan dari fakta inilah maka kami selaku penulis tertarik untuk membahas kasus mengenai penyakit leukimia ini dan sebagai pemenuhan tugas pada blok sistem imun dan hematologi.

Apa pengertian penyakit Leukemia? Apa jenis — jenis penyakit Leukemia? Bagaimanakah etiologi penyakit Leukemia? Bagaimana Faktor Risiko Perkembangan penyakit Leukemia? Bagaimanakah Patofisiologi penyakit Leukemia?

Apa sajakah manifestasi klinis penyakit Leukemia? Apa sajakah pemeriksaan diagnostic penyakit Leukemia? Bagaiamankah penatalaksanaan penyakit Leukemia?

Bagaimanakah asuhan keperawatan pada pasien penyakit Leukemia? Leukemia tampak merupakan penyakit klonal, yang berarti satu sekelompok sel anak yang abnormal. Sel-sel ini menghambat semua sel darah lain di sumsum tulang untuk berkembang secara normal, sehingga mereka tertimbun di sumsum tulang. Karena factor-faktor ini, leukemia disebut gangguan akumulasi sekaligus gangguan klonal.

Paa akhirnya, sel-sel nonleukemik di dalam darah yang merupakan penyebab berbagai gejala umum leukemia. Sel-sel leukemia akut berdiferensiasi dengan buruk, sedangkan sel-sel leukemia kronis biasanya berdiferensiesi dengan baik. Leukemia juga digambarkan berdasarkan jenis sel yang berproliferasi. Sebagai contoh, leukemia limfoblastik akut, merupakan leukemia yang paling sering di jumpai pada anak, menggambarkan kanker dari turunan sel limfosit primitive.

Leukemia granulostik adalah leukemia eosinofil, neutrofil, atau basofil. Leukemia pada orang dewasa biasanya limfositik kronis atau mielobastik akut. Pembagian penyakit leukemia terdiri dari: 1. Leukemia limfositik akut LLA Leukemia limfoblastik akut adalah leukemia utama pada masa anak-anak, dan membentuk hamper semua leukemia pada anak berusia kurang dari 4 tahun, dan lebih dari separuh leukemia selama masa pubertas.

Penyakit ini jarang pada pasien berusia lebih dari 30 tahun. Ronald A. Sacher, Leukemia limfoblastik akut ALL adalah keganasan yang paling sering dijumpai pada populasi anak-anak. Di Amerika Serikat, leukemia limfoblastik akut lebih sering dijumpai pada pria daripada wanita dan lebih sering pada ras kaukasia daripada Afrika-Amerika.

Puncak usia terjadinya leukemia limfoblastik akut adalah kira-kira 4 tahun, walaupun walaupun penyakit ini dapat mengenai semua usia. Individu-individu tertentu, seperti penderita Sindrom Down dan ataksia-telangieksis sangat beresiko mengalami penyakit ini. Penyebabnya tidak di ketahui, walaupun dapat berkaitan dengan factor genetic, lingkungan, infeksi, dan di pengaruhi imun. Gejala pada saat pasien datang berobat adalah pucat, fatigue, demam, pendarahan, memar.

Nyeri tulang sering di jumpai, dan anak kecil dapat datang untuk dievaluasi karena karena pincang atau tidak mau berjalan. Pada pemeriksaaan fisik dijumpai adanya memar, petekie, limfadenopati dan hepatosplenomegali. Evaluasi laboratorium dapat menunjukan leukositosis, anemia, dan trombositopenia.

Limfoblas dapat melaporkan di darah perifer, tetapi pemeriksa yang berpengalaman dapat melaporkan limfoblas tersebut sebagai limfosit atipik. Sebaikmya juga dilakukan pe,eriksaan imunologik,sitogenik, dan karakter biokimiawi sel. Cairan spinal juga perlu diperiksa karena sistem saraf pusat merupakan tempat persembunyian penyakit ekstramedular.

Factor-faktor prognostic seperti jumlah leukosit awal dan usia pasien menetukan pengobatan yang diindikasikan. Pasien-pasien yang berisiko tinggi memrlukan terapi yang lebih intensif.

Fase terapi berikutnya bertujuan untuk menurunkan dan akhirnya 4 menghilangkan semua sel leukemik dari tubuh. Terapi preventif pada saraf pusat termasuk didalam semjua protocol terapi.

Kemoterapi dengan beberapa obat merupakan terapi utama, walaupun pada beberapa pasien yang berisiko tinggi dilakukan radiasi pada sistem saraf pusat. Transplantasi sumsum tulang merupakan pendekatan pengobatan lain yang dilakukan pada anak yang mengalami relaps sumsum tulang. Tempat relaps lain adalah sistem saraf pusat dan testis. Sindrom lisis tumor trias metabolic hiperurisemia, hiperkalemia, dan hiperfofatemia merupakan komplikasi terapi yang terjadi ketika sel leukemia mengalami lisis sebagai respons terhadap kemoterapi sitotoksik dan pelepasan, kandungan interaselulernya ke dalam aliran darah.

Hidrasi, alkalinisasi, dan pemberian aluporinal secara agresif sebelum memulai kemoterapi dapat meringankan disfungsi ginjal yang serius. Kedua tidakan pertama membantu ekskresi fosfat dan asam urat, dan alupurinol mengurangi pembentukan asam urat. Kalium sebaiknya tidak ditambahkan ke dalam cairan hidrasi. Dengan memantau konsentrasi elektrolit dan fungsi ginjal secara kilat, seseorang dapat menghindari berkembangnya gagal ginjal.

Penyakit ini dapat mengenai semua usia, tetapi sebagian besar kasus terjadi pada akhir masa kanak-kanak. Penyakit ini relative lebih lambat disbanding leukima akut. Penyebabnya tidak diketahui.

Pasien sering asimtomatik dan dapt terdapat jumlah leukosit yang tinngi atau splenomegali yang ditemukan pada pemeriksaan rutin anak yang sehat. Akan tetapi, dapat trejadi gejala seperti demam, keringat malam, nyeri abdomen atau nyeri tulang. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya splenomegali nhyata. Hepatomegali dapat juga terjadi. Evaluasi laboratorium secara tipikal memperlihatkan leukositosis nyata, trombositis, dan anemia ringan.

Sumsum tulang hiperselular tetapi sisertai maturasi myeloid yang normal. Sel blas tidak 5 banyak dijumpai. Kromosom ini berkaitan dengan t 9;22 klasik. Ada tiga tipe leukemia mielositik kronis: fase kronis, fase akselerasi, dan krisis blas. Fase kronis dapat berlangsung selama bertahun-tahun dan menunjukkan hiperproliferasi elemen myeloid matur.

Pengobatan selama fase ini ditunjukkan pada sitoreduksi untuk mengurangi resiko berkembangnya leukositosis dan splenomegali massif. Pemberian hidroksiuria merupakan bagian penting pengobatan sitoredutif.

Dengan berjalannya waktu, semua pasien akan memasuki fase akselerasi dan fase blas, mengalami leukemia yang nyata. Pada sebagian besar keadaan, secara morfologis ditemukan mieloblas, tetapi dapat juga terjadi transformasi limfoblas.

Saat dimulai fase blas, prognosis biasanya buruk. Transplantasi sumsum tulang BMT merupakan satu-satunya terapi kuratif dan sebaiknya dilakukan kaetika pasien masih berada pada fase kronis. Multiple Myeloma Multiple myeloma adalah suatu kanker sel plasma dimana sebuah clone dari sel plasma yang abnormal berkembangbiak, membentuk tumor di sumsum tulang dan menghasilkan sejumlah besar antibodi yang abnormal, yang terkumpul di dalam darah atau air kemih.

Myeloma menyebabkan gejala-gejala klinik dan tanda-tanda klinis melalui mekanisme yang bervariasi. Tumor menghambat sumsum tulang memproduksi cukup sel darah. Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan pada ginjal, saraf, jantung, otot dan traktus digestivus. Meskipun myeloma masih belum bisa diobati, perkembangan terapi yang terbaru, termasuk penggunaan thalidomide dan obat-obatan lain seperti bortezomib dan CC cukup menjanjikan.

McPhee ,J. Stephen, Maxine A. Papadakis, Jr. Lawrence M. Tierney, Selanjutnya sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga bisa menyebabkan kematian Irawan, Leukimia adalah suatu keadaan dimana terjadi pertumbuhan yang bersifat irreversible dari sel induk dari darah. Pertumbuhan dimulai dari mana sel itu berada. Sel-sel tersebut, pada berbagai stadia akan membanjiri aliran darah yang berakibat sel yang spesifik akan dijumpai dalam jumlah yang banyak.

Sebagai akibat dari proliferasi sel abnormal tersebut maka akan terjadi kompetisi metabolik yang akan menyebabkan anemia dan trombositopenia.

Apabila proliferasi sel terjadi di limpa maka limpa akan membesar, sehingga dapat terjadi hipersplenisme yang selanjutnya menyebabkan makin memburuknya anemia serta trombositopenia Supandiman, Etiologi leukimia sampai sekarang belum dapat dijelaskan secara keseluruhan.

Banyak para ahli menduga bahwa faktor infeksi sangat berperan dalam etiologi leukimia. Infeksi terjadi oleh suatu bahan yang menyebabkan reaksi seperti infeksi oleh suatu virus.

Mereka membuat suatu postulat bahwa kelainan pada leukimia bukan merupakan penyakit primer akan tetapi merupakan suatu bagian dari respon pertahanan sekunder dari tubuh terhadap infeksi tersebut. Respon defensif tubuh berbeda pada berbagai tingkat usia oleh karena itu maka kita lihat bahwa leukimia limfoblastik akut terdapat banyak pada anak-anak, leukimia mieoblastik akut pada usia dewasa muda, leukimia granulositik kronik pada dewasa muda dan orang tua dan leukimia limfositik kronik dapat dijumpai pada semua umur Supandiman,

KLASIFIKASI TUNANETRA PDF

Leukemia Limfositik Kronis

Benjolan akibat pembengkakan kelenjar getah bening Sakit perut akibat pembengkakan hati atau limpa Penurunan berat badan Ruam kulit berwarna ungu Sakit kepala, kejang, penglihatan kabur, dan pusing apabila sel kanker menyerang otak Gejala leukemia limfoblastik akut bisa muncul bertahap bergantung pada tahapan penyakitnya. Pada awalnyanya gejala yang muncul mungkin sangat ringan hingga tidak disadari. Kapan Harus ke Dokter? Segera berkonsultasi dengan dokter apabila Anda atau anak Anda mengalami gejala yang berlangsung lama atau berulang. Banyak kasus penyakit ini yang menyebabkan gejala seperti flu. Namun umumnya gejala flu cepat membaik. Jika gejala tidak membaik, segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

ELENA PRIDIE CARTI PDF

Leukemia Limfoblastik Akut: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Leukemia dihubungkan dengan pertumbuhan abnormal leukosit yang menyebar mendahului sumsum tulang. Peningkatan tidak trkontrol ini akhirnya menimbulkan anemia, infeksi, trobositopenia, dan pada beberapa kasus menyebabkan kematian Jan Tambayong, Salah satu penyakit non-infeksi degeneratif adalah kanker. Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. World Health Organization WHO mengestimasikan bahwa 84 juta orang meninggal akibat kanker dalam rentang waktu dan Insiden rate IR leukemia pada laki- laki di Canada 14 per Data The Leukemia and Lymphoma Society menyebutkan bahwa setiap 4 menit terdapat 1 orang meninggal karena kanker.

Related Articles